Selasa, 20 September 2011

Peningkatan Kemampuan Saat Kepepet

Sadar ataupun tidak, ada sesuatu yang berbeda ketika kita berada dalam posisi terjepit, tertekan ataupun kepepet. Disaat dikejar anjing, kemampuan berlari kita semakin meningkat daya pikirpun agak terbuka supaya kita tidak digigit anjing. Saat dikejar-kejar aparat waktu demo, kemampuan melarikan diri kitapun semakin meningkat, tembok yang tinggipun bisa kita panjat dengan mudahnya dan luka lecet-lecet dibadanpun tidak terasa. Kemana kemampuan kita disaat kita tidak ada masalah?????

Bokap selalu berkata, "kalo ga dipaksain lo ga bakalan mikir". Pendapat yang cukup aneh ketika pertama kali mendengernya. Dilihat dari kehidupan penulis yang selalu dicukupkan kebutuhannya selama usia sekolah, pendapat itu seakan tidak ada artinya. Karena apa yang diinginkan oleh penulis dengan mudah diperoleh. Paling usaha yang dibutuhkan penulis hanya bersabar (kalo merengek pasti kena buah tangan *red : digampar).

Kehidupanpun berlanjut, dari masa sekolah menjalani masa dewasa yang diharuskan mandiri dan tanggung jawab terhadap pribadinya. Kasih sayang bokappun disampaikan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Sejak pertama kali bekerja, wujud kasih sayang itu sungguh beda terasa. Mungkin untuk personal yang dimanjakan mereka akan bilang kalo bokap sudah tidak sayang. Bagaimana tidak, yang sebelumnya disedikan sekarang harus mulai mencari dan mendapatkannya sendiri.

Atas didikan dan ajaran yang diberikan orang tua sejak kecil serta restu dari mereka, aku tidak kesulitan untuk memperoleh pekerjaan sebagai bekal menjalani hidup. Pelajaran pertama yang diberikan bokap yaitu dengan membantu adik-adikku yang masih dalam usia pendidikan. Aku harus menyisihkan pendapatanku untuk orang tua, kakek dan nenek serta kedua adik-adikku. Nyaris pendapatanku ludes untuk keperluan yang aku sebutkan tadi. Bahkan untuk jajanpun aku harus berhemat.

Cerita sebelum turunnya amanat tersebut, waktu aku pulang dari pacaran dan ditanya berapa uang yang aku habiskan untuk pacaran. Aku memberitahu biaya pacaranku dan yang terjadi adalah aku diberondong nasihat-nasihat bersikap seperti orang yang telah menikah. "Untuk pasangan yang telah menikah uang yang lo habiskan buat pacaran bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama seminggu, kalo dibiasakan menghabiskan uang untuk kegiatan hura-hura itu akan berlanjut sampai lo nikah nanti". "sebuah kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang dan berkelanjutan akan menjadi sebuah kebutuhan". Sebuah pelajaran hidup yang sangat bermanfaat.

Dengan minimnya sisa pendapatan, aku mulai berfikir bagai mana caranya mengelola sisa uang tersebut agar mencukupi kebutuhan primer, sekunder dan tersierku. Sungguh saat yang indah mengingat masa itu. Dengan uang yang minim tapi aku masih bisa menikmati hidup dan tertawa lepas bersama keluarga dan teman-temanku. Benar kata orang tuaku, rezeki tidak akan putus jika kita saling memberi.

Kehidupan berlanjut, dengan nasihat bokap, aku masih bisa menabung untuk hari depan. Dan pada saat itu, sepertinya bokap menyadari kalau aku harus diberikan pelajaran lanjutan. Dengan caranya yang tidak bisa ditebak, dimulai merencanakan pelajaran untukku. Kebutuhanku selanjutnya adalah tempat tinggal, tempat berteduh untuk aku dan anak istriku kelak. Seperti kebiasaan dirumah. kami terbiasa dengan diskusi santai diruang keluarga. Mulai tercetus ide menarik untuk mulai membangun masa depan.

Sejak diskusi itu, aku mulai memikirkan rencana masa depanku untuk memiliki rumah sendiri sebagai wujud kemandirian tanpa mengurangi rasa hormat dan sayang kepada orang tua untuk tinggal terpisah. Kendala yang dihadapi saat itu yaitu, modal. tabungan yang terkumpul sangat jauh dari modal yang diperlukan. hanya 40% dari kebutuhan. Orang tua merupakan tempat yang tepat untuk bertanya dan meminta pendapat. Sharing-sharing dan diskusi hangat mengelir indah ditengah keluarga kami.

Solusipun didapat yakni mengajukan pinjaman modal ke beberapa titik. karena untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan satu titik tidak akan mampu memenuhi kebutuhan modal tersebut. Modal didapat, para pekerjapun telah tersedia. Rencanapun dijalankan. Alhamdulillah aku mendapatkan pekerja yang sangat mengerti bidangnya. Dia memberikan beberapa rekomendasi agar modal yang tersedia dapat memaksimalkan hasil yang didapat. Akupun puas dengan hasilnya.

Beberapa saat setelah rumah jadi. Bokap mengatakan sesuatu yang membuatku berdecak kagum padanya. "Ini cara gw buat ngedidik lo, tanpa ada tekanan otak lo ga akan mampu berfikir untuk bisa mambangun rumah lo sendiri. ngutang cuma dua tahun, lo bisa bangun rumah. tekanan yang gw kasih jauh lebuuh gede dari sebelumnya dan lu mampu melewatinya. sekarang atur kehidupanlo untuk 2 tahun kedepan ga punya duit." Inilah bentuk kasih sayang bokap dalam mendidik anak-anaknya dengan caranya yang tak pernah terpikirkan oleh ku. Dia berusaha merangsang otak kita untuk mewujudkan mimpi dengan cara kita sendiri dan tetap dalam arahannya. Kita bergerak, orang tua mengawasi dan meluruskan kembali ketika cara kita mulai menyimpang.

Dengan pola pikir yang ditanamkan bokap dan wawasan yang kuterima dari luar. Akhirnya aku menyewakan rumah baru ku itu agar uang sewa tersebut dapat mengurangi beban hutang dari perwujudan mimpi. Aku tetap kembali tinggal bersama kedua orang tua ku. Sungguh indah cara bokap memberikan pelajarannya tanpa kita berfikir jika kita di dikte olehnya. Sungguh cara yang luar biasa.

Kehidupanku selanjutnya adalah pernikahan. Jauh sebelum berfikir untuk menikah. Bokap mencetuskan wacana untuk membangun rumah impian ibu, rumah yang berada tebing cungai ciliwung dengan panorama ciliwung dan udara segar dari kerimbunan yang berada di sekitar sungai ciliwung. Uang kontrakan rumahku, sebagian kecilnya yang dibayarkan untuk mengurangi beban hutangku. dan sebagian besarnya digunakan untuk modal awal untuk membangun rumah impian ibu. Rumah ini dibangun dari patungan bersama dan modal yang minim. Tidak heran jika pembangunan rumah tersebut memakan waktu yang cukup lama karena sering break kehabisan modal.

Satu bulan sebelum aku menikah rumah idaman ibu dirampungkan untuk lantai 1nya. Rupanya bokap telah memikirkan tempat tinggalku setelah aku menikah karena rumahku masih disewakan kepada orang lain dalam waktu yang lama. Disaat aku tertatih menjalani hidup untuk membayar utang, ternyata bokap telah berfikir untuk tempat tinggalku setelah aku menikah. Untuk rumah tersebut juga mau tidak mau aku melakukan peminjaman modal kembali setelah bebanku sebelumnya lunas.

Inti yang kudapatkan dari pelajaran bokap, Mimpi + Utang + Mikir = Hidup. Kita manusia pasti punya mimpi, keinginan dan kebutuhan, untuk mewujudkannya kita harus usaha, namun cara ini merupakan cara konvensional yang membutuhkan waktu lama. Untuk mempersingkatnya kita harus melakukan peminjaman modal/hutang. Ketika kita memiliki tekanan hidup diluar bayangan kita, maka kita akan berfikir untuk bisa lolos dengan selamat melati itu semua dan itu hidup yang dijalani untuk mempersingkat waktu mewujudkan impian kita. Tidak semua seindah apa yang kita harapkan. Kita harus siap menghadapi setiap masalah yang tercipta dari apa yang kita lakukan. Berfikirlah maka akan ada solusi yang ditemukan. Jangan Lupa ibadah dan doa kepada Tuhan YME. itu adalah faktor terpenting yang sering diabaikan. Tuhan tempat kita berdoa, mengadu dan berkeluh kesah. Ingat dia yang melapangkan segala masalah kita. Jangan abaikan Dia.


Ga ngutang ga mikir, ga mikir ga idup.....

Senin, 05 September 2011

Peranan Mimpi dan teman-temannya dalam hidup.

"Hidup berawal dari mimpi", itu kata Bondan Prakoso
"Impian modal pertama untuk sukses", itu kata orang MLM
"Mimpi + Cita-cita + Doa + Perencanaan + Usaha = Hidup", nah yang ini baru kata gw.

Dari kecil gw terbiasa ama anak-anak kost yang pada ngerantau dari jauh. Maklum, bokap selalu bangun kosan sebagai penopang hidup selain hasil kerjanya dia. Penghuni kost dirumah gw macem-macem, ada yang kuliah, kerja kantoran, pedagang, ampe yang ngekost cuma buat naro barang n numpang molor doang.

Dari mereka gw ngeliat sikap kemandirian yang amat sangat. Dari mereka gw ngeliat kesuksesan luar biasa. Gw ga nyangka kalo yang selama ini di kost makannya senen kemis lauknya ogah ditelen ternyata bisa bikinin rumah buat orang tuanya kampung. Sejak saat itu, gw pengen banget ngerantau, idup mandiri, ga bergantung ma orang tua.

Waktu kecil, waktu masih numpang nonton tv di tetangga, gw nonton pelem yang lagi nampilin keadaan dibandara. penilaian gw saat itu,  orang yang mo naek pesawat itu, udah pasti orang kaya, orang sukses, ma orang-orang yang terlanjur kaya. penilaian gw itu berlangsung lama banget, ampe-ampe kebawa mimpi naek pesawat. Padahal paling banter gw naek pesawat di miniaturnya TMII. Itu aja udah berasa seneng banget.

Waktu kecil juga, gw ngeliat tetangga gw yang cuma punya toko kelontongan tapi rumahnya mewah banget isinya, punya mobil, dan elektronik terupdate dijamannya. Sempet waktu itu gw compare ma mamang gw yang dagang juga. setiap item barang jualannya cuma nilai laba dikit banget. kalo gw itung ma barang dagangan tetangga gw ya paling kaga butuh waktu lama untuk mencapai tahap itu. Gw mulai bingung sendiri.

Jawaban dari kebingungan gw terjawab ketika salah satu anak dari tetangga gw itu pulang kampung. Wuih, gayanya priaya sopan luar biasa. Ngomongnya enak didenger. santun banget dah. Ternyata dia lulusan terbaik di kamusnya dan kerja di luar daerah. Hasilnya dikirim kerumah untuk menopang keluarganya. barang mewah dan mobil ternyata hasil jerih payah anaknya. Weleh-weleh. Dia jadi motivator gw buat rajin belajar dan mengisi wawasan gw. Bokap gw juga pernah bilang, "tugas lo mah sebagai anak cuma belajar yang pinter, nilai yang bagus. entar kerjaan juga nyariin lo. bukan lo yang nyari kerjaan". Gw terobsesi lagi buat rajin belajar biar dapet kerjaan yang mantep kaya anak tetangga gw itu.

Pas SMP dan SMA, gw mulai menyusun kembali apa yang gw pengenin, cita-citain dan gw mimpiin. Jelas dari kecil yang gw pengen, dapet nilai akademik yang mantep, dapet kerja yang cuma "uncang-uncang kaki" tapi hasilnya WAHHHH, naek pesawat buat idup ngerantau dan bahagiain orang tua. Orang tua, khususnya nyokap selalu dan selalu ngingetin untuk ibadah dan berdoa biar semua yang gw harapkan bisa lancarkan oleh Allah SWT. Sadar ga sadar gw jadi rajin banget ama yang namanya ngaji. Selain itu, gw juga bosan ma nasehat bokap yang bilang, "a, lo tuh anak laki. Suatu saat lo bakal bawa anak orang. Mau lo kasih makan apa anak ma bini lu?. Naasehbat bokap bikin gw tambah semangat buat berdoa dan berusaha.

Lulus SMA, semua yang gw harapkan terjawab dengan sendirinya. Waktu ada penerimaan pegawai baru di perusahaan tempat bokap kerja. Gw ngeberaniin diri buat ngambil kesempatan itu.Awalnya jipper juga. Bayangin aja dari 1000 pelamar yang diterima cuma 60 orang. Tidaaaaaaakkkkkk. Orang tua gw dateng ke kamar ngasih support gw.  Mereka bilang, " a, lo pasti bisa kalo sekolah lo kemaren ga maen-maen. Satu lagi a, sebelom lo test masuk alangkah baiknya kalo lo nazar dan minta restu ama kakek dan nenek lo. Biar semua makin lancar usaha lo". Semua petuah bonyok gw jalanin sebelum gw test.

Hari test penerimaan pun tiba. Entah dateng dari mana kepercayaan diri gw ningkat pesat. semua test gampang banget gw laluin. dan saat menerima hasil test gw bener-bener Bersyukur ma Allah SWT. Gw masih masih termasuk TOP TEN cuy. peringkat 8 dari 60 orang yang diterima. Dan gw ditempatkan di kuar daerah. luar pulau malah. penghasilan gw juga melimpah ruah dan bisa ngirim hasil keo bonyak minimal 2 kali lipet gapok gw.. Dan yang terpenting gw naek pesawat!!!!

MIMPI GW TERWUJUD SEMUA.

Cerita gw diatas bukan maksud buat sombong menyombongkan diri, tapi cuma mo ngasih penegasan apa yang gw tulis di awal tulisan ini "Mimpi + Cita-cita + Rencana + dan Usaha = Hidup". Sebenernya rumus itu masih kurang lengkap utnuk menjadi rumusan hidup. Makin lama gw hidup setidaknya masih ada dua komponen lagi, yaitu, istiqomah (konsistensi) dan tawakal. Dan yeng terpenting semua itu harus di balance dengan iman dan taqwa kepada Tuhan YME biar kalo gagal lo kaga cepet rapuh dan roboh, tapi semakin kuat menjalani hidup.

Selasa, 02 Agustus 2011

[-----------------------------------------------------------------------------------------------------------]

Ketika kaki ini melangkah, arah tujuan langsung memudar
Ketika kembali berjalan mundur, terlalu banyak yang harus dikejar
Kini ku hanya terpaku, terpatri dalam sebuah ruang gelap nan pengap
mencoba menyusuri setiap jalan yang penuh lubang dan banyak tai
Tertatih memantapkan hati untuk dicaci, tertantang meraih asa tanpa harap sebuah puji

Aku hanya mencoba berusaha, berusaha dan berusaha
menyusun reruntuhan hati melengkapi puzzle yang terburai berserakan
Kini aku benar-benar yakin tak ada kawan dan lawan yang abadi,
yang ada hanya sebuah kepentingan yang hakiki.

Kepada Kau sang Jendral,,
Teima kasih untuk menempaku sebagai kesatria dengan segala ungkapan penuh ambisi

Senin, 01 Agustus 2011

Ngutang bikin kaya?????

Mungkin Agan ngga ngerti apa arti judul tulisan ini, "Loh, bukannya yang biasanya berhutang adalah oang miskin?"

Iya, benar,... orang miskin pada umumnya memiliki banyak hutang. Jelassss, karena untuk memenuhi biaya hidupnya sendiri aja susah, jadi dia harus ngutang sana sini.

Tapi, bukan berarti yang berhutang hanyalah orang miskin. Orang yang super kaya pun memiliki banyak hutang. Dan, jangan heran kalau hutangnya orang kaya biasanya buanyaaaaaakkkk bangettttttt.

Kalau orang miskin yang memiliki pendapatan (misal) Rp.200 ribu/bulan, memiliki hutang Rp.2juta, berarti ratio pendapatan berbanding hutangnya adalah 1:10.

Nah, tau ngga kalau orang kaya berhutang, rationya bisa 1:30, malah bisa lebih! Jadi, jangan kira mereka yang punya property ratusan hektar, hotel bintang lima, mall, dsb itu ngga punya hutang. Mereka pada umumnya mungkin hanya punya uang 20-30%, sisanya hutang. 

Dan, mereka itu orang-orang kaya di Indonesia, yang kalau ketika dinilai assetnya, triliunan. Masih ingat bahwa rumus Kekayaan = Modal + Hutang? Jadi kalau kalau triliunan kekayaannya, berarti itu udah termasuk uang yang dimiliki ditambah hutangnya!

Apa yang ingin saya sampaikan di sini? Prinsip Robert Kiyosaki yang pada prinsipnya bilang: Kalau mau kaya, berhutanglah. Koq bisa? OK, gini ilustrasinya...

Kalau Agan punya Rp.100juta, dan mau buka restoran. Anggaplah restoran dengan modal kelipatan Rp.100juta akan menghasilkan untung bersih Rp.20juta/bulan. Berarti dalam 1 tahun, Agan akan mendapatkan keuntungan bersih Rp.240juta.

Nah sekarang, bandingkan kalau...

Agan punya Rp.100juta, dan berhutang ke Bank Rp.400juta. Berarti restoran Agan akan bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp.100juta/bulan. Berarti dalam 1 tahun, Agan mendapatkan keuntungan Rp. 1.2M. Setelah bayar hutang ke Bank pun, Agan masih memiliki Rp.800juta dikurangi bunga Rp. 60juta (15% per annum) = Rp. 740juta

Jadi di akhir tahun pertama, Agan akan memiliki Rp.740juta kalau diawal berhutang Rp.400juta, dan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan Rp.240juta uang yang Agan miliki apabila Agan memilih tidak berhutang sama sekali.

Tulisan saya ini hanya ilustrasi mudahnya. Karena memang tidak ada rumusan yang pasti dalam berbisnis, banyak faktor X-nya. Bukan berarti kalau modal dikalikan 5, profit juga pasti akan menjadi 5 kali lipat. Tujuan tulisan ini, hanya untuk membuka pemikiran Agan sekalian... karena inilah memang kenyataan yang ada. 

Para orang kaya itu, memang memainkan game ini di kehidupan nyatanya sehari-hari. Dan, mau tau apa 1 rahasia lagi? Semakin besar hutangnya, semakin 'lunak' si Bank dalam menagih hutangnya. Jadi jangan heran kalau ada orang kaya yang 'bangkrut', dia akan tetap diberikan kelunakan dalam memenuhi kewajibannya. Jelas, Bank kan juga mau uangnya balik, jadi mereka akan berbaik hati melunakkan jadwal pengembalian hutang, juga bunganya.

Mau kaya? Berhutanglah... (DENGAN CERMAT)!

Billy Boen
CEO, PT Jakarta International Management
President Director, Rolling Stone Cafe Jakarta

www.billyboen.com

Senin, 29 November 2010

Merokok ternyata tidak selalu merugikan, berikut ini beberapa manfaat bagi anda yang suka merokok :




* Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orangyang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
* Mengurangi resiko kematian; dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
* Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.
* Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
* Baik untuk basa-basi / keakraban; Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya nawarin uang kan boros.
* Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan dan perusahaan obat batuk.
* Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.
* Bisa menambah suasana pedesaan/nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya, sehingga seolah-olah berkabut.

* Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.
* Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.
* Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.
* Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yg lulus).
* Untuk indikator kesehatan; Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
* Menambah kenikmatan: sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok !
* Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.
* Anti maling, suara perokok batuk berat di malam hari mujarab untuk mengusir penjahat.
* Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yg terikat di kursi… “hahaha penderitaan itu pedih Jendral..!!!”
* Film cowboy pasti lebih gaya kalo ngerokok sambil naek kuda, soalnya kalo sambil ngupil susah betul.
* Teman boker yg setia
* Sebagai pengganti pelubang kertas saat emergency
* Membuat awet muda, karena konon orang yang merokok berat belum sampai tua udah mati duluan kena kanker paru-paru.
* Fakta lain …sekitar 30% orang meninggal di dunia adalah perokok. 70%-nya bukan perokok..!! Maka merokoklah agar masuk ke golongan yg lebih sedikit itu :-)

Semoga bermanfaat…
hehe

Jumat, 19 November 2010

4 Hal Menarik dari Adzan

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap Maha yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. 


1 . Pemersatu Umat Islam


azan menemukan momentum sebagai penyeru dengan “kekuatan supranatural” yang sangat dahsyat. Ketika azan berkumandang, kaum muslimin bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Dalam konteks demikian, azan adalah pemersatu umat. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius mereka bergetaran, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah salat berjamaah.

Meskipun di Islam banyak mahzab yang saling berbeda pandangan atas cara mengerjakan sholat / bacaanya dan jumlah pemeluk agama islam sekitar 1/2 dari jumlah populasi didunia dengan bahasa yang berbeda-beda, namun tak ada perbedaan dalam mengumandangkan adzan.



2. Awal dari diKumandangkannya Adzan


Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.

Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”
yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat. Bilal Bin Robah merupakan orang yang pertama kali mengumandangkan adzan.



3. Adzan di Moment yang penting
Peristiwa besar yang dimaksud adalah
* Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka'bah

*perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.


4. Tidak Pernah berhenti berkumandang

Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.

Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.

Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.

Rabu, 17 November 2010

Kisah Seorang Polisi Yang Menilang Sahabat Karibnya

SRY NIH GAN SEBELUMNYA KLO ANE REPOST, CUMA SEKEDAR BERBAGI AJA...

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Prit!

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jon.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.

“Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”

Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.

“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

“Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”

Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.

“Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)”.

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan… ….

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.