Ketika kaki ini melangkah, arah tujuan langsung memudar
Ketika kembali berjalan mundur, terlalu banyak yang harus dikejar
Kini ku hanya terpaku, terpatri dalam sebuah ruang gelap nan pengap
mencoba menyusuri setiap jalan yang penuh lubang dan banyak tai
Tertatih memantapkan hati untuk dicaci, tertantang meraih asa tanpa harap sebuah puji
Aku hanya mencoba berusaha, berusaha dan berusaha
menyusun reruntuhan hati melengkapi puzzle yang terburai berserakan
Kini aku benar-benar yakin tak ada kawan dan lawan yang abadi,
yang ada hanya sebuah kepentingan yang hakiki.
Kepada Kau sang Jendral,,
Teima kasih untuk menempaku sebagai kesatria dengan segala ungkapan penuh ambisi
Ketika kembali berjalan mundur, terlalu banyak yang harus dikejar
Kini ku hanya terpaku, terpatri dalam sebuah ruang gelap nan pengap
mencoba menyusuri setiap jalan yang penuh lubang dan banyak tai
Tertatih memantapkan hati untuk dicaci, tertantang meraih asa tanpa harap sebuah puji
Aku hanya mencoba berusaha, berusaha dan berusaha
menyusun reruntuhan hati melengkapi puzzle yang terburai berserakan
Kini aku benar-benar yakin tak ada kawan dan lawan yang abadi,
yang ada hanya sebuah kepentingan yang hakiki.
Kepada Kau sang Jendral,,
Teima kasih untuk menempaku sebagai kesatria dengan segala ungkapan penuh ambisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar