Awalnya, kalimat judul diatas hanya gw anggap sebagai sebuah alibi dari pengingkaran yang akan berlangsung. namun setelah waktu terus berputar dengan penuh komitmennya untuk maju tanpa bisa mundur, gw perlahan bisa mengerti kenapa kalimat judul diatas bisa tercipta.
kalimat tersebut bukan merupakan bentuk pengingkaran berperiode. Kalimat tersebut merupakan sebuah usaha untuk menjadi yang terbaik tanpa mengurangi essensi diri pribadi. Ketika kita memaksakan sesuatu yang bertentangan dengan hati maka semua yang dilakukan tidak akan maksimal, baik hasil maupun kepuasan bathin. Kita akan terus mencari yang terbaik dari yang terbaik dan hal itu tidak akan ada ujungnya.
Perkenalanku dengan orang yang menyampaikan kalimat judul tersebut, sangat mungkin titipan Tuhan yang ingin mengajarkan sesuatu melalui apa yang disukainya. Berkali-kali, gw dihadapkan dengan situasi yang memaksakan gw untuk mengucapkan kalimat yang sama. Kepada si Ajaib yang telah menempatkan gw di posisi yang harus dipilih, kepada si penyayang dan si "pure" yang dipaksakan keadaan. Ya kepada mereka yang telah sangat berati dalam hidup gw....
Terima kasih untuk kalian yang telah hadir dan menjadi bagian terindah dalam hidup gw dan mengajarkan beberapa pelajaran berharga.
Dan terima kasih untuk Istriku yang telah mencintai dan menyayangiku dengan caranya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar