Senin, 20 Mei 2013

Rizky Ramadhani dan Om Jin part 1

"Om Jin!!!!!!!! Kalo om Jin pulang aku main ama siapa?"

Itulah kalimat terakhir yang keluar dari bocah lima tahun yang selama 5 hari menemaniku di Rumah Sakit ketika Istri dirawat karena penyakit Typhus. Kedekatanku dengan bocah itu diawali ketika sepasang mata mengintip dibalik tirai yang memisahkan ruang pasien. Ketika beradu pandang dengan sang pengintip, akhirnya bocah itu memberanikan diri untuk masuk ke bilik tempat istri dirawat. Dengan tertunduk malu, wajah polos menyunggingkan sebuah senyum yang terlihat damai. Aku mengambil sebungkus biskuit dan langsung memberikannya pada bocah itu. Senyumnya semakin melebar dan langsung keluar bilik menuju bilik neneknya yang sedang dirawat juga. "Udah bilang makasih belum ma om-nya" terdengar suara dari seberang bilik dengan gaya khas keibuan. Tirai bilik di buka dan "Makasih Om". Itulah kata pertama yang kudengar dari mulutnya.

Rizky Ramadhani, Lahir pada 15 oktober 2007 merupakan cucu dari Ema' Namah dan Baba Ni'mat. Ema dirawat karena kadar gulanya sangat rendah. Sebulan sebelumnya Ema' juga dirawat di RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua dengan Kadar Gula yang tinggi, dirawat selama 15 hari dan diizinkan pulang karena semua kadar kesehatannya sudah dalam keadaan normal. Namun karena ga mau makan dan penggunaan obat tetap berlangsung akhirnya kesehatannya kembali memburuk dan sempat koma beberapa saat sebelum dilarikan ke Rumah Sakit. Bahkan ketika dalam keadaan koma, tetangga ema' sudah mau datang melayat. Keputusan tepat dari keluarga untuk segera membawanya ke Rumah Sakit hingga ema' dapat kembali "bawel".

Karena dirawat dalam satu ruangan, akhirnya aku dan keluarga ema' menjadi akrab, khususnya dengan Dhani -nama panggilan bocah itu- dan baba kakenya. Dhani dapat dikatakan sebagai anak yang pintar, aku sebagai yang lebih tua dapat dengan mudah bicara apapun dengannya, "Nyambung". Jika ada kata atau hal baru yang belum diketahui, maka dia akan segera menanyakan dengan gaya khas seorang bocah. Satu hal yang aku sukai dari bocah ini adalah ketika aku memberitahu bahwa yang dilakukannya itu salah atau tidak baik, maka ia akan segera menuruti omonganku. Dan tidak perlu berkali-kali untuk memberitahunya, cukup sekali dan ia dapat segera mengerti dan tidak mengulanginya lagi. Canda tawa kami menghiasai muramnya suasana ruangan rumah sakit. Banyak senyum yang tercipta melihat kedekatan dan tingkah pola kami.

Hari Kedua,
Diawali ketika Adiku, rara, datang bersama pacarnya untuk menjenguk kaka iparnya yang keadaannya belum mengalami perubahan berati di hari kedua dia dirawat. Karena air kemasan untuk yang datang menjenguk habis, aku meminta tolong kepada rara untuk membelinya. Selain beli air kemasan ternyata dia juga membeli gorengan. Ketika aku, rara dan pacarnya beristirahat di luar ruangan sambil menikmati gorengan, dhani mendekat ke arahku. Rara berinisiatif menawarkan gorengan kepada dhani. Tanpa diduga, Dhani menerima tawaran tersebut dan langsung mengambil bungkusan gorengan tersebut sambil berlalu ke bilik neneknya. Kami bertiga langsung terdiam dan saling berpandangan sebelum akhirnya tertawa melihat polah anak ini. "a, maksud gw kan nawarinnya satu, napa sebungkus yang dibawa?" ucap rara diringi tawa. "Namanya juga bocah ra."
Di dalam bilik, adikku yang lain juga datang bersama orang tuaku, dalam kesempatan ini aku mengajarkan untuk mencium tangan orang yang lebih tua. Bapak dan Ibu kaget, tiba ada sesosok bocah dengan sopan menjawab salam dan langsung mencium tangan mereka. "a, ini siapa?" tanya ibu yang sedang dicium tangannya. Dhani juga dengan mampu menjawab semua pertanyaan ibu dan bapak dengan gayanya yang polos. "a, bawa pulang aja nih bocah kita adu ama anak komplek" kelakar bapak yang terlihat senang bermain dengan dhani. Dhani memberikan kecerahan sendiri bagiku dan istri. Melihat polah Dhani, istriku juga nampak bahagia.
Seluruh keluarga ema' baik anak maupun saudara kandungnya memanggilku dengan sebutan abang dan istriku dengan tante. Kata abang yang berati penghormatan. Mereka juga senang melihat kedekatanku dengan Dhani. "Om, namanya Abang ya?" tanya dhani sambil duduk diatas pagar beranda menatap ke arah jalan. "Bukan", "tapi kok mama ama abah manggil om abang sih?", "Panggil aku Om Jin" jawabku singkat, tawa kami langsung meledak yang rupanya menjadi perhatian baik yang berada di beranda maupun yang diruangan. Sejak saat itulah dia memanggilku dengan nama OM JIN sedangkan istriku dipanggil dengan nama Kaka Jin. Nama ini yang mendekatkan kami berdua. Namun nama itu juga membuat kaget beberapa orang uang mendengarnya namun selalu diakhiri tawa.
Ketika aku ingin membeli roti untuk istriku, dhani merajuk ingin ikut denganku. Akupun mengizinkannya jika mama atau abah dhani memberikan izin. Secepat kilat dia kembali ke bilik neneknya dan berteriak, "Mah aku pergi dulu ya ikut Om Jin", sontak ucapan itu membuat kaget mama, mamang dan abahnya dhani, bahkan sang nenek yang masih terbaring juga kaget mendengarnya. Namun semua menjadi tawa ketika Dhani menjelaskan bahwa Om Jin yang dimaksud adalah aku. Diwarung sekitar rumah sakit pun gempar ketika dhani yang berada 1 meter dariku menunjuk sebotol aqua "Om Jin, aku mau minum". Penjaga warungpun dengan wajah heran langsung menatapku dan berkata "anaknya bisa melihat hal ghoib ya pak?", "iya, indigo" jawabku singkat menimpali statemennya. pengunjung lainpun terheran-heran melihat Dhani.

Kamis, 01 November 2012

Gara-Gara Mabok Avtur

Gendut & Cungkring bekerja pada perusahaan penyalur AVTUR di Jakarta. Mereka berdua sering mabuk (teler) bersama tiap akhir pekan.
"Ndut, kata orang kalo mau teler yang asyik minum avtur. Coba, yuk..!!!?" kata Cungkring pada Gendut, teman minumnya, Sabtu sore menjelang pulang kerja.


"Apa gak bahaya, Kring...??" tanya Gendut heran.

"Katanya, sih gak masalah," kata Cungkring meyakinkan.

"Kita coba aja sedikit dulu, segelas aja..!" Gendut penasaran tapi agak takut.

Akhirnya mereka mencoba minum segelas. Setelah 15 menit gak ada reaksi yang aneh selain mulai teler, mereka nambah segelas lagi.

Setelah itu mereka tertidur pulas dan bangun pukul 9 malam. Mereka pulang sempoyongan.

Esok paginya, di rumah Gendut telefon berbunyi.

"Hallo...!" Jawab Gendut.

"Eh...Kamu, Kring... Ada apa. Masih pusing, nih," sahut Gendut sambil memegang kepalanya yang masih pusing.

"Ndut, kamu udah kentut belum?" tanya Cungkring. 

"Jangan sampai kentut, ya... Pokoknya jangan sampai kentut!" katanya lagi.

Gendut keheranan.

"Emang kenapa Kring, kentut khan biasa. Emang aku belum kentut, sih," jawab Gendut penasaran.

"Pokoknya jangan kentut...! Tadi aku kentut pas di depan rumah, Sekarang aku di Banjarmasin...!"

suami unggul vs sapi unggul

pada suatu kunjungan di sebuah pertenakan dalam seminar keluarga harmonis pemandu menceritakan bahwa sapi di pertenakan tersebut sangat kuat kuat.

pemandu: bapak ibu ini adalah sapi dari newseland sangat kuat dalam 1 hari bisa berhubungan dengan 5 sapi betina

ibu ibu sambil menyegol suaminya: tuh pak 5 kali sehari bisa ga

pemandu :bapak ibu ini adalah sapi dari australia lebih kuat dalam 1 hari bisa berhubungan dengan 10 sapi betina

ibu ibu sambil menyegol suaminya: tuh pak 10, bayangin coba

bapak bapak yang kesal: pak pemandu 10x sama betina yang sama?

pemandu : tentu tidak

bapak bapak : tuh mah betinanya beda boleh ga ?

Calon Anak Durhaka

S : suami
I : Istri


sepasang suami istri yang umur pernikahannya baru sekitar 3bln.

suatu malam sang suami mengajak kimpoy, dengan semangat yang menggebu karna sudah seminggu baru pulang dari dines di luar kota.
dan terjadilah percakapan:

S : mah, aku kangen niih...kimpoy yuk
I : kimpoy?? malem ini pah??  aku lagi merah nih pah..baru kemarin..

S : yang bener mah? 
 pake mulut deh maah... yah,yah,yaah...

I : aduuh paah...aku lagi sariawan lo.. papah tega, nih lihat.
sambil menarik bibirnya yang sariawan.

I : papah kluarin sendiri aja yah di kamar mandi..
S : yasudah papah ke kamar mandi dlu.. 

setelah kurang lebih 15 mnt tiba2 terdengar suara gaduh dari dalam kamar mandi!

guprakkk daggpletakkkk......! Awww!

I : ada apa itu pah berisik sekali..
S : ini ni mah "Dasar anak gak tau diri, belum jadi anak aja udah berani nyelakaijn orang tua. Dasar anak durhaka"!!!

sang istri menggumam dalam hati
"Oooh ternyata kepeleset sperma"!
hahaha...  

Selasa, 30 Oktober 2012

Dimana Kesetiakawanan Itu Berada??

Semua tampak sempurna ketika semua hal diantara kita mengalir begitu saja. Seperti air yang menyatu dan mengalir bersama. Kekompakan itu jelas terasa, senyum dan senda gurau menyatu dalam tiap kepulan asap rokok dan kopi yang kita nikmati. Sejarah dari masing-masing kita seakan lenyap begitu saja. Sungguh indah persahabatan yang terjalin.

Caci maki, keluh kesah tak bosan membuntuti apa yang sedang terjadi. kearifan dan kedewasaanlah yang menjaga batas kita dengan keluh kesah. Semua tampak sejati namun tidak ketika kita bicara tentang alur birokrasi. Semua terbantahkan dengan adanya syarat prasyarat yang diatur oleh Hirarki.

Masa lalu yang sudah terkubur lebih rendah dari lapisan tanah terendah seakan mencuat, menggunung kembali. Praduga berkembang melebihi fakta sejarah yang pernah terjadi. Dan akhirnya semua menjadi hening. Sepi, tanpa kata. Kembali suram, kopi yang ada kini menjadi dingin, tanda kita sudah tak seperti dulu.

Kamis, 26 April 2012

ngakalin RAM dengan FD

Pernahkah Anda merasakan PC/Laptop performanya semakin hari semakin menurun. Itu bisa disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kekurangan memory atau RAM. Hal ini bukan masalah bagi Anda yang banyak duit, tetapi misalnya pelajar, pasti akan sangat mahal baginya untuk membeli/mengupgrade RAM.

Namun, kali ini saya akan beri tahu Anda cara menjadikan USB Fashdisk sebagai RAM, namun Anda harus merelakan salah satu port USB untuk dijadikan slot default Flashdisk RAM.
Berikut ini langkah-langkahnya :
1. Colokkan Flashdisk pada slot USB yang Anda kehendaki.
2. Klik menu Start>Control Panel>pilih ikon System. lalu klik tab advanced.
3. Klik tombol Settings pada bagian Performance. Setelah itu klik tab Advance pada jendela Performance Options, lalu klik tombol Change di bagian Virtual Memory untuk menampilkan kotak penyetingan memory virtual.
4. Klik drive C:
5. Pilih opsi No Paging File pada radio Button yang ada, dan tandailah books Set.
6. Pilih drive yang menyatakan Flashdisk Anda. Setelah itu tandai opsi System Managed Size pada radio button.lalu kliklah tombol Set. Kalau ternyata rekomendasi total paging file size-nya terlalu besar, Anda bisa memasukkan nilai kapasitas total Flashdisk.
7. Klik OK,,dan Restart komputer anda…
Rasakan sendiri perbedaannya….
ENJOY IT BRO….!!

Tambahan : Ini bukan sebagai tambahan memory ram , tapi sebagai PENGGANTI PENAMPUNG CACHE MEMORY  

Sumber : http://coretanpemula.wordpress.com/2...da-windows-xp/

Ketika Rumah Sedang Mengajar




Ini bukan sekedar rumah biasa, ini merupakan sebuah media yang digunakan bokap gw untuk mentransfer ilmunya buat gw. Sebuah proses untuk mengajarkan sekaligus mendidik anak-anaknya tentang segala hal. Mulai dari yang kecil ampe yang gede. Banyak hal yang disampaikannya melalui media ini.

Secara global, bokap memusatkan seluruh keuangan keluarga untuk tujuan keluarga. Bokap, Nyokap, Gw dan ade-ade gw bahu membahu untuk mendirikan bangunan ini. Bangunan yang udah membuat satu keluarga untuk berfikir keras mengendalikan "perekonomian" yang terus bergerak liar. Perekonomian yang gw tulis diatas bukan dalam ukuran makro ya, tapi masih dalam taraf mengendalikan tetesan-tetesan gaji. Hahahaha.

Beberapa pelajaran yang gw ambil dari bokap antara lain :

  • Pentingnya Arti Keluarga.

"Lu bertiga harus bisa saling asah, asih, asuh, jadi ama sodara bisa terus akur kaga dikit-dikit berantem". 
Kira-kira kaya gitu waktu bokap ma nyokap nasehatin gw ma ade-ade gw. Jujur, gw ga tau definisi asli dari Asah, Asih, Asuh. berdasarkan yang gw terima dari kedua orang tua gw, asah berati saling mengingatkan, asih berati saling sayang dan mengasihi, asuh berati saling mengisi kekurangan satu sama lain. 

Dalam membangun rumah ini tidak dikedapankan untuk siapa rumah ini dibangun, tidak diungkapkan juga kriteria-kriteria calon pemilik rumah ini. Tapi selalu dan selalu dikedepankan ini adalah rumah kita, bukti kebersamaan kita. asah asih asuh tidak hanya diterapkan ditingkat anak, tapi juga ditingkat orang tua, hingga diskusi ringanpun selalu terbangun ditengah kehangatan keluarga. 
  • Prihatin
"Pelajari trus praktekin pola idup prihatin, enak dah hidup lo"
Lagi-lagi nasihat bokap gw sebagai kumendan kepada seluruh anak buahnya. [Jadi inget ade-ade gw sering ngjulukin bokap gw dengan nama "jendral". hahaha.]. Pengertian yang gw ambil dari kata "prihatin"nya bokap itu manajemen kebutuhan bukan keinginan. Hidup prihatin bukan berati miskin, kalo miskin itu bisa jadi memprihatinkan.

Pola hidup prihatin yang diajarin bokap gw itu tentang pola hidup untuk memanajemen kebutuhan. Baik kebutuhan hidup di dunia dan/atau kebutuhan hidup akhirat. Ini tentunya akan berhubungan dengan bagaimana cara  membelanjakan uang yang diperoleh. Membelanjakan uang merupakan hak seseorang yang memilikinya yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. jika begitu keadaannya tentu ada efek positif dan negatif dari pembelanjaan uang tersebut.

Pola hidup prihatin adalah jawaban untuk meminimalisir efek negatif dari pembelanjaan uang tersebut. Dengan menerapkan pola hidup prihatin kita akan terhindar dari jebakan pola hidup hedonisme yang kian berkembang ditengah masyarakat kita. Dengan hidup prihatin kita dapat mengontrol mimpi dan cita-cita agar segera terlaksana.
  • Merencanakan Hidup
"Waktu lo lahir, gw udah mikirin gimana caranya biar lo bisa kuliah"
Pertama kali gw denger omongan ini pas gw smp dah kalo ga salah. Dan diucap kembali pas  pembangunan rumah on progress. Kalo dipikir-pikir serem juga nih otak bokap gw, masa gw baru lahir dia udah mikir untuk 18-19 tahun kedepan. Padahal waktu itu ngasih nama gw aja belom tapi udah mikirin gw kuliah. Salute, like this yo.


Masa muda adalah masa yang tepat untuk maju bergerak membangun semua mimpi, cita-cita dan harapan. Karena dimasa ini, kreatifitas tiada batas akan tercipta, Keputusan diambil dengan berani, dan semangat yang naik turun dari sedeng ampe rada tinggi. Mungkin pengalaman dia kali ya.


Sampe tiap kenaikan kelas dan ampir tiap taun dia selalu nanyain apa yang pengen gw capai dan apa yang telah gw kerjain. Dulu gw bingun buat apa. Tapi rupanya bokap ngajarin biar gw punya rencana hidup dan selalu melakukan evaluasi dari tiap pelaksanaan rencana gw. Ampe bini gw bingun trus nanya, "mang semuanya harus direncanain ya yah?". Pertanyaan bokap yang bikin gw kaget, "a, gw dari golongan II bisa bikin 3 rumah, lo bisa kaga?". Kaga Pake mikir, gw langsung jawab "Kalo cuma nambah dua bangunan lagi mah bisa".


Secara sadar gw udah bikin rencana hidup lagi buat bangun dua rumah lagi tanpa menggangu gugat asset yang sudah ada. Ketawa sendiri, tapi begitulah cara bokap ngedidik gw melakukan rencana dan evaluasi.